Presiden Palestina Undang Paus Fransiskus ke Tanah Suci

VATICAN CITY, KOMPAS.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengundang Paus Fransiskus untuk mengunjungi Tanah Suci. Undangan Abbas ini disampaikan dalam kunjungannya ke Vatikan, Kamis (17/10/2013).

Namun, Paus Fransiskus dalam berbagai kesempatan selalu menyerukan perdamaian Timur Tengah, ternyata sudah terlebih dahulu diundang pemerintah Israel dan sudah menyatakan kesediaannya.

Kemungkinan besar, Paus Fransiskus akan memenuhi undangan Presiden Shimon Peres itu pada tahun depan.

“Saya mengundang beliau ke Tanah Suci,” kata Abbas, setelah menggelar pertemuan tertutup selama 30 menit dengan Paus di Istana Apostolik Vatikan.

Setelah melakukan pembicaraan pribadi, Paus memberi Abbas sebuah pena sambil mengatakan sesuatu kepada tamunya itu.

“Pasti, Anda membutuhkan ini untuk banyak hal yang membutuhkan tanda tangan Anda,” kata Paus.

“Saya harap pena ini akan saya gunakan untuk menandatangani perjanjian damai dengan Israel,” balas Abbas.

Kedua pendahulu Paus Fransiskus yaitu Paus Johanes Paulus II dan Benediktus XVI mengunjungi situs-situs di Tanah Suci baik yang berada di wilayah Israel maupun Palestina.

mulai posting lg akh udah lama nihhhhhhhhhhhhh yang requestttttttt maaf saya baru bisa ol lag

mulai posting lgi akh

dah lama g mosting mulai mosting lg akh

Jalankan Aksi Pemurtadan, 3 Warga AS Diusir dari Aceh

Kamis, 22/07/2010 11:15 WIB 

Tiga orang warga Amerika diusir dari provinsi Nangro Aceh Darussalam pada hari Rabu kemarin (21/7) setelah penduduk setempat menuduh mereka berusaha untuk mengubah umat Islam menjadi Kristen, kata juru bicara pemerintah setempat.

Pejabat Imigrasi, mengatakan belum ada keputusan deportasi yang dibuat untuk Robin Kay Jordan, istrinya dan putri mereka Kelly Claire. Kristenisasi adalah tindakan ilegal di Indonesia, negeri yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia.

Jordan dan keluarganya, yang berkedok sebagai pekerja kemanusiaan dan amal dari California, terpaksa harus keluar dari rumah sewaan mereka di kabupaten Aceh Barat dan ditransfer ke kantor imigrasi di provinsi Sumatra Utara, kata Mulyagus, juru bicara kabupaten.

“Mereka diduga kuat memiliki misi untuk menyebarkan agama Kristen,” kata Mulyagus, “Oleh karena itu kami usir dan melarang mereka memasuki Aceh Barat.”

Dia menambahkan bahwa mereka diusir keluar dari Aceh, untuk keselamatan mereka sendiri, setelah beredar desas-desus yang menyatakan bahwa keluarga misionaris tersebut telah mengkristenkan tiga orang Muslim di kabupaten Aceh barat.

Jordan sendiri tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar atas pengusirannya pada hari Rabu kemarin. Panggilan telepon juga tidak diangkat di konsulat AS di Medan, ibukota Sumatera Utara.

Menurut situs ABCNews, 237 juta umat Islam Indonesia menjalankan praktek ajaran Islam yang ‘moderat’, namun kabupaten Aceh Barat bisa dikatakan sebagai pengecualian karena di kabupaten tersebut penegakkan hukum secara tegas berdasarkan nilai-nilai Islam. Pada bulan Mei lalu, pemerintah daerah telah memulai melarang perempuan muslim mengenakan celana ketat. (fq/abc)

MUI: Tidak Setuju FPI Dibubarkan, Adili Saja yang Bersalah

Kamis, 05/08/2010 10:33 WIB 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Al Mukarram Al Ustadz K.H. Ahmad Chalil Ridwan Lc, untuk kali pertamanya mengunjungi Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah (WI) Pondok Cabe Tangerang Banten, Senin, 21 Sya’ban 1431 H/ 2 Agustus 2010.

Ketua MUI dalam kunjungannnya ke Pondok yang diberi nama Ma’had Tahfidzhul Qur’an Raudhatul Huffadzh ini, dalam rangka acara “Silatul Ukhuwah” antara pengelola Pondok yang dipimpin oleh Al Akh Abdullah Mustadi, Keluarga besar WI Jakarta dengan warga sekitar Pesantren,

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penutupan program Daurah Shaifiyah Lembaga Tahfidzhul Qur’an Raudhatul Huffadzh LIPIA Jakarta yang sebelumnya telah melaksanakan kegiatannya selama 1 bulan ,sejak Tanggal 2 Juli 2010.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri peserta yang terdiri dari Santri, Mahasiswa LIPIA, warga masyarakat setempat, pengurus DPC WI Jakarta dan Yayasan Al Hijaz Al Khairiyah, serta perwakilan keluarga pewaqaf tanah lokasi Pesantren .

Acara ini juga diisi dengan sosialisasi kegiatan Ma’had Tahfidzhul Qur’an Raudhatul Huffadzh dan juga laporan Panitia Program Daurah Shaifiyah Lembaga Tahfidzhul Qur’an Raudhatul Huffadzh LIPIA Jakarta.

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah yang menerima langsung dan mendampingi Ketua MUI, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua MUI yang telah menyempatkan mengunjungi pondok Pesantren Wahdah Islamiyah. Setelah itu, Ustadz yang sementara Studi S3 di Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini memberikan penjelasan singkat tentang Ormas WI serta kegiatan-kegiatannya di Wilayah Jakarta dan sekitarnya. Baca lebih lanjut

Laksamana Cheng Ho: Cina Muslim yang Seharusnya Bergelar ‘The Real Sinbad’

Kamis, 29/07/2010 14:07 WIB 

Dengan tinggi tujuh kaki, maritim raksasa Cina yang dibawah kepimimpinan Laksamana Zheng He (Cheng Ho) telah memimpin armada terkuat di dunia, dengan 300 kapal dan sebanyak 30.000 tentara di bawah komandonya.

Bulan depan, para arkeolog akan mulai bekerja di lepas pantai Kenya untuk mengidentifikasi sisa-sisa kapal yang terdampar yang diyakini milik seseorang yang beberapa sejarawan percaya seseorang tersebut telah mengilhami petualangan Sinbad si pelaut.

Arkeolog Cina, yang tiba di negara Afrika minggu ini, berharap bahwa kapal karam itu bisa memberikan bukti adanya kontak pertama antara Cina dan timur Afrika.

Kapal yang tenggelam dan karam diyakini menjadi bagian dari armada Zheng He, yang mencapai kota pesisir Malindi di tahun 1418.

Cina sendiri tampaknya yakin mereka akan menemukan kapal karam di dekat kepulauan Lamu, di mana potongan-potongan keramik dari era dinasti Ming banyak ditemukan.

Pemerintah Cina berinvestasi sebesar £ 2 juta (atau 3 juta dolar) dalam proyek bersama selama tiga tahun, di mana Kenya sendiri mengatakan mereka berharap akan mendapatkan temuan penting tentang hubungan awal antara Cina dan Afrika. Baca lebih lanjut

Gereja di AS Kampanyekan “Hari Membakar Al-Quran” pada 11 September

Kamis, 29/07/2010 14:11 WIB 

Gereja di Florida menyerukan agar warga Amerika Serikat untuk membakar Al-Quran pada tanggal 11 September selama peringatan ulang tahun kesembilan dari serangan 11 September.

Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida sangat tidak asing dengan berbagai kontroversi, setelah sebelumnya melontarkan pesan kebencian melalui kaos yang bertuliskan “Islam Is Of The Devil” serta “No Homo Mayor” (Tidak Untuk Walikota Homo) merujuk kepada walikota Gainesville yang sekarang Craig Lowe, yang merupakan seorang gay.

Sekarang gereja Gainesville kembali bikin ulah dengan melecehkan umat Islam, lewat kampanye mereka yang mencanangkan “International Burn a Koran Day” (Hari internasional membakar Al-Quran) yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 11 September mendatang. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.