Yu-Gi-Oh! dan Ritual Dajjal (3)

Jumat, 23/10/2009 07:23 WIB CetakKirimRSS

Simbol Bintang David sebagai simbol kuno bangsa Yahudi juga bertebaran di Ise-jingu, kuil Shinto untuk Imperial House of Japan. Ise-jingu di prefektur Mie, Jepang, merupakan sebuah kuil Shinto yang dibangun untuk Imperial House of Japan. Pada kedua sisi jalan menuju kuil tersebut terdapat lampu-lampu yang terbuat dari batu. Di setiap lampu terdapat ukiran bintang david, dekat bagian puncaknya. Hiasan  yang digunakan di bagian dala m kuil di Ise-jingu juga bintang david. Ini telah ada sejak zaman kuno. Di prefektur Kyoto, ada kuil “Manai-Jinja”, sebuah Kuil Ise-jingu asli. Bentuk bintang david juga berserak di kuil ini. Sinagog-sinagog bangsa Yahudi yang tersebar di Eropa sejak zaman dulu juga mengukir hiasannya dengan bentuk bintang david, sama seperti yang ada di Jepang.

Yamabusi dan Phylactery

Para pemimpin religi Jepang disebut “Yamabushi”. Dalam pakaian kebesarannya, mereka lazim  meletakkan sebuah kotak hitam pada dahi mereka. Ini sama dengan kaum Yahudi yang meletakkan Phylactery (kotak kecil berbahan kulit yang memuat teks-teks Ibrani) juga di dahi. Yamabushi adalah pemimpin keagamaan yang sedang dalam masa latihan dan hanya ada di Jepang. Mereka kini dianggap sebagai bagian dari Budhisme Jepang, namun anehnya Budhisme di Cina, Korea, atau India, tidak memiliki kebiasaan ini. Kebiasaan “Yamabushi” telah ada di Jepang sebelum Budhisme masuk ke Jepang pada abad ke-7.

Pakaian yang dikenakan “Yamabushi” pada dasarnya berwarna putih. Di dahinya, mereka meletakkan sebuah boks kecil berwarna hitam yang disebut “tokin”, yang diikatkan ke kepalanya dengan tali hitam. Mereka benar-benar menyerupai Yahudi yang meletakkan phylactery (kotak hitam) di dahi dengan menggunakan tali hitam. Ukuran “tokin” ini hampir sama dengan ukuran phylactery milik kaum Yahudi. Tapi “tokin” berbentuk bundar dan terlihat seperti bunga. Hanya ada dua bangsa di dunia ini yang meletakkan sebuah kotak di dahi, yakni Israel dan Jepang.

Shofar, terompet Yahudi

Selain mengenakan kotak di dahi, Yamabusi juga biasa menggunakan kerang laut berukuran besar berbentuk mirip dengan tanduk yang digunakan dengan cara ditiup untuk ritual-ritual keagamaan. Hal ini sangat mirip dengan kaum Yahudi yang meniup shofar, tanduk biri-biri jantan. Suara yang dihasilkan Yamabusi serupa dengan suara shofar. Bisa jadi, karena di Jepang tidak ada biri-biri, maka mereka menggunakan kerang berukuran besar.

Keyakinan lain dari Yamabusi adalah menganggap gunung sebagai tempat suci mereka. Ini sama dengan kepercayaan bangsa Yahudi yang menganggap gunung juga tempat suci mereka. Sepuluh Perintah Tuhan (Taurat) diturunkan di Gunung Sinai dan Yerusalem juga adalah kota yang berada di atas gunung.

Torah dan Tora-No-Maki

Di Jepang ada legenda mengenai “tengu”. Dia tinggal di gunung dan memiliki bentuk tubuh yang sama dengan “Yamabushi”. Ia memiliki kemampuan supernatural. Ninja atau mata-mata di zaman kuno yang bekerja untuk tuannya, sering mendatangi “tengu” di gunung untuk mendapatkan kemampuan supernatural darinya. Setelah memberikan kekuatan, “Tengu” memberi “Ninja” sebuah “tora-no-maki” (gulungan “tora”). “Gulungan tora” ini dianggap sebagai “kitab suci” yang berguna dalam setiap masalah. Sampai sekarang orang Jepang masih menggunakan kitab ini dalam keseharian. Tota-No-Maki amat mirip dengan nama “Torah” atau Taurat.

Omikoshi dan Tabut Perjanjian

Omikoshi di Jepang juga mirip dengan Ark of the Covenant (Tabut Perjanjian). Dalam Bibel, tertulis bahwa Daud atau David membawa tabut perjanjian dari Tuhan ke Yerusalem. “David dan para sesepuh Israel serta para komandan unit yang berjumlah ribuan pergi membawa tabut perjanjian TUHAN dari rumah Obed-Edom, dengan penuh kegembiraan. …Lalu David yang berpakaian jubah yang terbuat dari linen halus—begitu pula para Levites yang sedang membawa tabut, serta para penyanyi, dan Keniah, yang bertugas menyanyikan paduan suara. David juga mengenakan ephod dari linen. Jadi semua Israel membawa tabut perjanjian TUHAN sambil bersorak-sorai, dengan membunyikan tanduk biri-biri jantan dan terompet, dan simbal, serta memainkan lyre (instrumen bersenar yang berbentuk U, digunakan di zaman kuno-pen) dan harpa.” (15: 25-28)

Coba bandingkan dengan Omikoshi di Jepang. Ketika orang-orang Jepang mengangkut ‘Omikoshi’ yang bentuknya juga mirip dengan Tabut Perjanjian di saat festival, orang-orang Jepang juga bernyanyi dan menari di depannya, juga sambil bersorak-sorai, dengan memainkan alat-alat musik tradisional musik. Bukankah semua ini juga mirip dengan tradisi bangsa Yahudi?

Orang-orang Jepang mengangkut Omikoshi di atas pundak mereka dengan tiang – biasanya dua tiang. Begitu pula halnya dengan bangsa Yahudi, “Para Levites mengangkut tabut Tuhan dengan tiang di pundak mereka, seperti yang diperintahkan Musa berdasarkan firman TUHAN.” (Kejadian 1 15:15).

Tabut perjanjian Israel memiliki dua tiang (Eksodus 25: 10-15). Bibel juga mengatakan bahwa tiang-tiang tersebut diikatkan pada tabut oleh empat cincin “pada keempat kakinya” (Eksodus 25:12). Jadi tiang-tiang tersebut dilekatkan pada dasar tabut. Ini sama dengan Omikoshi.

Tabut Israel memiliki dua patung cherubim (malaikat urutan kedua pada hirarki surga) berbahan emas pada bagian puncaknya. Cherubim, mahluk surga atau malaikat bersayap seperti burung. Dan Omikoshi juga memiliki burung emas, yang disebut “Ho-oh”, pada bagian puncaknya, yang merupakan burung khayalan dan makhluk surga yang misterius. Tabut bangsa Yahudi seluruhnya dilapisi emas, sama dengan Omikoshi. Ukuranya juga sama, demikian pula tarian yang mengiringinya.

Dalam festival “Gion-jinja” di kuil Shinto di Kyoto, orang-orang mengangkut Omikoshi lalu masuk ke dalam air dan menyeberangi sungai. Bukankah ini mirip dengan tradis Yahudi yang mengangkut tabut ketika menyeberangi sungai Jordan setelah melakukan eksodus dari Mesir? Di sebuah pulau di Laut Inland, Seto, Jepang, orang-orang terpilih sebagai pengangkut Omikoshi tinggal bersama di sebuah rumah selama satu minggu sebelum mereka bekerja. Ini untuk mencegah pencemaran pada diri mereka. Selanjutnya, pada hari sebelum mengangkut Omikoshi, mereka mandi dalam air laut untuk menyucikan diri. Ini sama dengan kebiasaan Yahudi, “Demikianlah para pendeta dan Levites menyucikan diri mereka untuk membawa tabut Tuhan Israel.” (Kejadian 1 15:14)

Bibel mengatakan bahwa setelah tabut memasuki Yerusalem dan barisan berhenti; “David membagikan sepotong roti, sepotong daging, dan sepotong kue kismis, kepada setiap orang Israel, baik laki-laki maupun perempuan” (Kejadian 1 16:3). Ini sama dengan kebiasaan di Jepang. Di Jepang, setelah festival selesai, gula-gula dibagikan kepada setiap orang.

Garam

Orang Jepang memiliki kebiasaan menggunakan garam untuk ritual penyucian. Penduduk terkadang menaburkan garam setelah orang jahat beranjak pergi. Tradisi ini serupa dengan Israel kuno. Alkisah, setelah Abimelech merebut kota musuh, “ia menaburinya dengan garam” (Para Hakim 9:45). Orang Jepang dapat cepat memahami bahwa ini sama artinya dengan membersihkan dan menyucikan kota.

Ketika orang Yahudi menempati rumah baru, mereka menaburinya dengan garam untuk menyucikan dan membersihkannya. Ini sama dengan orang Jepang. Di restoran khas Jepang, garam biasanya diletakkan di dekat pintu masuk. Orang Jepang juga meletakkan garam di pintu masuk pemakaman. Setelah kembali dari pemakaman, seseorang harus menaburkan garam kepada seseorang yang lain sebelum ia (orang yang ditaburi garam) memasuki rumahnya, karena dalam agama Shinto terdapat anggapan bahwa semua orang yang pergi ke pemakaman atau menyentuh mayat menjadi tidak bersih. Demikian pula dengan bangsa Yahudi.

Sumo atau pegulat tradisional Jepang biasa menaburi ringnya dengan garam sebelum mereka bertarung. Sumo dalam kepercayaan Jeang merupakan satu persembahan. Ini serupa dengan kebiasaan yang dilakukan bangsa Yahudi sebagaimana Bibel mengatakan, “Saat kau melakukan persembahan, kau harus mempersembahkan garam” (Leviticus 2:13). Tradisi kuo Jepang biasa memasukkan garam ke air saat mandi pertama bayi. Demikian pula dengan orang Yahudi yang lazim membasuh bayi yang baru lahir dengan air setelah menggosok sang bayi dengan garam secara lembut (Ezekiel 16:4). Penyucian dan pembersihan dengan menggunakan garam merupakan kebiasaan umum yang terdapat dalam tradisi Jepang dan Yahudi. (Bersambung/ridyasmara)

Yu-Gi-Oh! dan Ritual Dajjal (2)

abtu, 17/10/2009 05:37 WIB CetakKirimRSS

Mengapa permainan Yu-Gi-Oh! yang sarat dengan simbol-simbol ritual Mesir Kuno Kabbalah (dan kemudian diadopsi oleh Bani Israel sebagai ritual keagamaannya) bisa muncul dari tanah Jepang? Bukankah orang Jepang memiliki kepercayaannya sendiri yang diberi nama Shintoisme dan orang-orang Israel juga memiliki kepercayaannya sendiri yang dinamakan Agama Yahudi dengan kitab Talmudnya? Mengapa keduanya bisa bertemu dalam Yu-Gi-Oh! Game?

Pertanyaan ini menemukan sebuah jawaban menarik dari dua peneliti sejarah Jepang-Yahudi yakni Pendeta Arimasa Kubo dan Joseph Eidelberg. Kedua bangsa yang sepertinya beda, Jepang dan Yahudi, ternyata memiliki banyak kesamaan dalam tradisi kunonya, bahkan diyakini masih satu hubungan darah.

Yang pertama bernama Arimasa Kubo. Dia merupakan orang Jepang asli yang dilahirkan di kota Itami di Hyogo tahun 1955 dan lulus dari Tokyo Bible Seminary pada tahun 1982. Di usia ke -22 tahun Arimasa Kubo telah mendapat kepercayaan untuk memimpin majalah penginjilan Remnant dan melakukan pelayanan di Gereja Tokyo selama enam tahun. Saat ini, Pendeta Arimasa Kubo memimpin Remnant Publishing dan pengajar tetap di Bible and Japan Forum.

Arimasa Kubo melakukan penelitian mendalam atas tradisi asli bangsa Jepang dan Yahudi. Dia menemukan banyak kemiripan antara keduanya hingga meyakini jika leluhur bangsa Jepang sebenarnya masih berdarah Yahudi dari suku yang hilang. Hasil penelitiannya ini dituangkan dalam banyak artikel dan buku. Salah satunya buku berjudul “Israelites Came o Ancient Japan”.

Sedangkan yang kedua, Joseph Eidelberg yang merupakan peneliti berdarah Yahudi yang menulis buku “The Biblical Hebrew Origin of the Japanese People”.

Di bawah ini Kami paparkan sebagian kecil kemiripan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan tradisi kuno bangsa Yahudi atau Bani Israel yang berasal dari buku Pendeta Arimasa Kubo tersebut.

Ontohsai dan Kisah Ishaq

Salah satu kesamaan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan Yahudi terdapat dalam upacara tradisional. Ada sebuah festival atau upacara di Jepang yang mengilustrasikan kisah Ishaq. Di prefektur Nagano, Jepang, terdapat sebuah kuil besar Shinto bernama “Suwa-Taisha”. Shinto sendiri merupakan agama tradisional asli Jepang yang menyembah Amaterasu, Dewa Matahari, sama seperti bangsa Mesir kuno yang menyembah Dewa Ra, Dewa Matahari.

Setiap tanggal 15 April, di Suwa-Taisha diadakan festival tradisional bernama “Ontohsai”. Festival ini menggambarkan kisah Ishaq seperti yang terdapat dalam Bab 22 Kitab Kejadian (Genesis), yaitu kisah mengenai Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya sendiri, Ishaq. Festival “Ontohsai” ini diselenggarakan sejak zaman dahulu kala dan dianggap sebagai festival terpenting di “Suwa-Taisha”.

Di sebelah kuil “Suwa-Taisha”, ada sebuah gunung bernama Gunung Moriya (dalam bahasa Jepang disebut “Moriya-san”). Penduduk di wilayah Suwa memanggil dewa Gunung Moriya dengan sebutan “Moriya no kami”, yang berarti “dewa Moriya”. Pada festival tersebut, seorang anak laki-laki diikatkan dengan tali pada sebuah pilar kayu, lalu ditempatkan di atas tikar bambu. Seorang pendeta Shinto menghampiri sang anak sambil menyiapkan sebilah pisau. Sebelum pisau itu diayunkan, tiba-tiba datang seorang pembawa pesan yang kemudian membebaskan anak lelaki itu dari ritual korban. Hal ini tentu saja mengingatkan kita pada kisah ketika Ishaq dibebaskan setelah malaikat datang pada Ibrahim.

Ritual serupa juga terdapat dalam tradisi umat Islam yang dikenal dengan Iedul Adha. Hanya saja, di Jepang, pada festival ini yang dikorbankan adalah 75 ekor rusa, yang satu di antaranya diyakini cacat kupingnya. Rusa ini dipercaya telah dipersiapkan oleh tuhan. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan biri-biri jantan yang dipersiapkan tuhan dan kemudian dikorbankan setelah Ishaq bebas. Namun di zaman dahulu, penduduk berpikir bahwa kebiasaan pengorbanan rusa ini adalah hal yang aneh, sebab pengorbanan binatang bukanlah sebuah tradisi Shintoisme.

Penduduk menyebut festival ini sebagai “festival untuk dewa Misakuchi”. “Misakuchi” mungkin berasal dari “mi-isaku-chi”. “Mi” berarti “besar”, “isaku” mungkin saja “Ishaq” (dalam bahasa Hebrew adalah “Yitzhak”), dan “chi” adalah sesuatu (semacam partikel-pen) yang dipakai untuk akhir suatu kata. Tampaknya penduduk Suwa menjadikan Ishaq sebagai dewa, mungkin karena pengaruh dari para kaum pagan.

Kini upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut tak lagi dipraktekkan, tapi kita di sana masih bisa melihat pilar kayu yang disebut “oniye-basira” yang berarti “pilar pengorbanan” (sacrifice-pillar). Kini penduduk menggunakan hewan tiruan sebagai pengganti bintang asli dalam melaksanakan pengorbanan. Bagi rakyat di zaman Meiji, lebih kurang satu abad silam, mengikat seorang anak laki-laki yang diikuti dengan pengorbanan binatang dianggap sebagai perbuatan biadab, dan kebiasaan tersebut dihentikan. Tapi festival itu sendiri hingga hari itu masih berlangsung.

Upacara pengorbanan anak laki-laki tersebut dipertahankan hingga permulaan zaman Meiji. Masumi Sugae, seorang terpelajar Jepang dan pencatat perjalanan yang hidup di zaman Edo, lebih kurang dua abad silam, menuliskan catatan perjalanannya dan mencatat apa yang ia lihat di Suwa.

Catatan ini memperlihatkan keterangan detail mengenai “Ontohsai”. Catatan ini mengatakan bahwa upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut, serta pengorbanan binatang, masih berlangsung pada zaman Sugae. Catatan Sugae ini tersimpan di museum dekat Suwa-Taisha.

Festival ini dipertahankan oleh keluarga Moriya sejak zaman dahulu kala. Keluarga Moriya berpikir bahwa “Moriya-no-kami” (dewa Moriya) adalah dewa leluhur mereka. Dan mereka berpikir bahwa “Gunung Moriya” adalah tempat suci mereka. Nama “Moriya” mungkin berasal dari “Moriah” (dalam bahasa Hebrew adalah “Moriyyah”) yang juga terdapat dalam Injil kitab Kejadian 22: 2. Keluarga Moriya menyelenggarakan festival tersebut selama 78 generasi.

Fleur du Herod

Jika kita mendatangi Imperial House of Japan, di bagian atas akan kita jumpai simbol bunga matahari dengan 16 daun bunga. Simbol bunga ini sama persis dengan simbol bunga matahari yang ada di depan Kuil Herod, gerbang Yerusalem.  Kedua hiasan ini telah ada sejak zaman yang sangat lampau, baik yang ada di Jepang maupun yang ada

Yu-Gi-Oh! dan Ritual Dajjal (1)

Senin, 12/10/2009 16:43 WIB CetakKirimRSS

Apakah Anda memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah, apakah itu Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), atau bahkan hingga di Sekolah Menengah Atas (SMA)? Jika iya, maka jika Anda perhatikan sejak beberapa bulan lalu hingga kini, ada satu permainan kartu bergambar asal Jepang yang sangat digemari anak-anak Indonesia, dan juga mungkin belahan negara lain. Permainan kartu itu disebut Yu-Gi-Oh!, yang mengklaim diri sebagai Trading Card Game. Di Indonesia, tren permainan ini juga disemarakkan dengan pemutaran film kartunnya yang disiarkan stasiun teve swasta, awalnya RCTI, lalu SCTV, dan sekarang  Indosiar setiap hari Ahad pukul 11.30 wib.

Yu-Gi-Oh! adalah sebuah manga karya Kazuki Takahashi yang muncul sejak tahun 1996, yang menceritakan sebuah petualangan seorang anak lelaki penyendiri yang jago dalam sebuah game bernama Yugi Mutou. Suatu hari ia diberi hadiah oleh kakeknya sebuah kotak yang berisi kepingan-kepingan Puzzle kuno, yang disebut Millenium Puzzle. Setelah bertahun tahun kemudian Yugi berhasil menyusunnya dan roh yang berada di dalam permainan itu berhasil keluar dari kartu dan merasuki tubuh Yugi. Ini menyebabkan Yugi punya “pendamping” dan mengubah anak tersebut menjadi pribadi yang baru yang disebut Yami Yugi, atau The Dark Yugi.

Di Jepang, permainan ini sukses besar, hingga merambah sukses juga di Amerika dan Kanada. Lalu seperti yang sudah-sudah, jika sukses di Amerika, maka juga dipastikan akan “menjajah” dunia, termasuk Indonesia yang masuk di tahun 2002. Yu-Gi-Oh! Sekarang kita kenal dalam berbagai versi di bawah bendera Konami, seperti game PC, komik manga, Playstation dan sebagainya, dan juga kartunya. Di Indonesia, komik Yu-Gi-Oh! diterbitkan PT. Elex Media Komputindo.

Di dalam tulisan ini Kami tidak mengupas soal bagaimana cara memainkan Yu-Gi-Oh! yang bagi orang dewasa mungkin melihatnya cukup rumit namun banyak anak-anak malah banyak yang hafal di luar kepala. Kami akan mengulasnya dalam perspektif The Mind Control yang dilakukan para Konspiran Globalis, seperti yang mereka sisipkan dalam berbagai produk Walt Disney dan sejenisnya, yang menggunakan bahasa simbol untuk meracuni otak dan pikiran anak-anak. Jika serial Harry Potter oleh para pemerhati pendidikan di Barat disebut sebagai The Handbook of Occultism, maka Yu-Gi-Oh! ini tidak berlebihan jika disebut sebagai The Dictionary Card of Occult, Kamus Okultisme berbentuk kartu.

Selain itu, kami juga akan memaparkan pada Anda tentang fakta betapa identiknya tradisi kuno Yahudi (Tradisi Mesir Kuno) dengan tradisi bangsa Jepang (Shintoisme), sebuah negeri di mana Yu-Gi-Oh! dilahirkan. Hal ini telah membuat sejumlah pakar sejarah, termasuk pakar sejarah Jepang sendiri, yang meyakini jika bangsa Jepang sesungguhnya berasal dari salah satu suku Bani Israel.

Simbol Dajjal Dalam Kartu Yu-Gi-Oh!

Sebelum menelisik lebih lanjut, agar kita mengetahui simbol-simbol apa saja yang ada di dalam kartu Yu-Gi-Oh!, maka di bawah ini akan Kami perlihatkan sebagian kecil dari ratusan kartu permainan ini yang sungguh-sungguh membawa pesan Dajjal.

Setiap pemain Yu-Gi-Oh! akan memburu Kartu Dewa (Divines Cards) yang jumlahnya bervariasi. Wikipedia menyebut jumlah nama dalam kartu dewa ada delapan yakni:

  • Sky God Dragon – Osiris (juga dikenal dengan nama Sliffer The Sky Dragon)
  • The God of Obelisk (disebut juga Obelisk The Tormentor)
  • The Winged Dragon of Ra
  • The Creator God of Light, Horakhty (Merupakan fusion dari Ra, Obelisk, dan Osiris)
  • The Devils Dread Roots (Yu-Gi-Oh!R)
  • The Devils Avatar (Yu-Gi-Oh!R)
  • The Devils Eraser (Yu-Gi-Oh!R)
  • Zorc Necrophades

Namun banyak pemain menyebut kartu dewa cuma ada tujuh yakni: Obelisk, Ra, Osiris, Devil Avatar, Devil Eraser, Devil Dread-Root, dan Horakhty.

Walau demikian, yang paling banyak dicari ada tiga buah Kartu Dewa, yakni: Winged Dragon of RA, The God of Obelisk, dan Sky God Dragon (Sliffer the Sky Dragon). Ketiganya adalah dewa tertinggi dalam Kabbalah, ilmu sihir Mesir Kuno. Dalam Yu-Gi-Oh!, ketiganya membentuk kekuatan Piramida (segitiga) di mana Winged Dragon of RA berada di puncaknya.

Dewa Ra merupakan Dewa Matahari bangsa Mesir Kuno. Dia merupakan dewa tertinggi bagi seluruh dewa-dewi yang ada. Dalam keyakinan Talmud yang bersumber dari sihir Kabbalah, Ra menempati posisi paling tinggi dan paling dihormati, bersama Osiris dan Horus.

Sedangkan Obelisk merupakan pilar utama dalam ritual sihir Kabbalah, wahana suci yang mampu menghantarkan manusia kepada dewa-dewanya. Sedangkan Sky Dragon of Sliffer secara jelas merujuk kepada Osiris, karena nama lain dari Dewa Osiris adalah Sliffer.

Dalam Yu-Gi-Oh!, terdapat satu kartu yang berisi sebuah simbol yang mungkin paling populer bagi kita semua, yakni simbol Pentagram atau Bintang David. Kartu ni termasuk dalam kelompok Spell Card, dengan nama Master Ritual, atau Ritual Tertinggi. Dalam ritual Kabbalah, simbol Pentagram ini memang merupakan syarat utama dan simbol paling suci. Bukan tanpa alasan jika Zionis Yahudi menggunakan simbol ini sebagai simbol gerakannya.

Exodia, Simbol Dajjal yang Terikat

Selain Kartu Dewa, ada lagi Kartu Exodia (Exodia-The Forbiden One) atau kartu yang menggambarkan dewa yang tengah dirantai. Kartu Exodia terdiri dari lima buah kartu yang masing-masing berisi kepala, tangan kiri, tangan kanan, kaki kiri, dan kaki kanan. Semuanya tengah dirantai. Jika seorang pemain memiliki kelima buah kartu Exodia, maka dia langsung dianggap menang.

Tahukah Anda jika Exodia yang juga disebut sebagai The Dark Master ini sesungguhnya menyimbolkan Dajjal, yang menurut hadits Rasulullah SAW memang sudah ada di suatu pulau terpencil dan tengah dirantai dengan ikatan yang paling kuat yang pernah ada di muka bumi dan baru terlepas di hari akhir?

Ini merupakan sebagian kecil dari contoh simbol-simbol Dajjal yang ada di seluruh kartu Yu-Gi-Oh!. Dengan mengkoleksi kartu ini, dan memainkannya, maka tanpa disadari anak-anak akan mempelajari karakteristik dari simbol-simbol Dajjal tersebut dan menjadi akrab. Bisa jadi, anak-anak Anda akan lebih serius mempelajari karater simbol-simbol Dajjal ini dan menghafal peraturan permainannya ketimbang menghafal surat Al-Qur’an, menghafal rumus-rumus matematika, dan sebagainya yang jelas jauh lebih berguna.

Konspiran Globalis memang sengaja meracuni otak anak-anak kita sejak dini sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih akrab dengan simbol-simbol Dajjal dan dengan segala ritualnya, ketimbang dengan Kitabullah.

Dalam tulisan kedua akan dipaparkan betapa identiknya ritual Shintoisme dengan ritual Yahudi kuno. Sehingga kita bisa mendapatkan jawaban mengapa simbol-simbol Dajjal atau simbol-simbol Yahudi ini bisa dilahirkan di negeri yang terletak relatif jauh dari Mesir, pusat dan asal dari Kabbalah, ilmu sihir kuno yang dijadikan kaum Yahudi sebagai pusat kekuatan gerakannya.

Taliban Berjanji Mengalahkan Militer Pakistan

Senin, 19/10/2009 17:03 WIB CetakKirim

Pasukan militer dan Taliban saling mengklaim kemenangan dalam pertempuran yang berlangsung di sepanjang perbatasan di selatan Waziristan. Serangan militer Pakistan ini dimaksudkan untuk membersihkan negaranya dari unsur-unsur ekstrimis.

Truk pengangkut tank telah melewati kota Bara, sebuah kota di wilayah Khyber yang dikuasai para pemimpin suku, yang berdekatan dengan perbatasan Afghanisgtan.

Sementara itu, offensive militer Pakistan ke Waziristan itu menjadi topik pembicaraan antara Senator John Kerry dan Kepala Komando Pasukan AS, David Petraeus, yang sedang berada di ibukota Pakistan, Islamabad. Kerry dan Petraeus terus mendorong militer Pakistan dan para pemimpin politik di negeri itu untuk membersihkan kaum ekstrimis. Karena menurut Kerry dan Petraeus ini, Pakistan dapat menjadi pangkalan Taliban untuk menyerang pasukan Barat yang ada di Afghanistan.

Dibagian lain, juru bicara Taliban, menegaskan, “Kami akan bertempur sampai darah yang penghabisan”, dan berjanji akan mempertahankan Waziristan. Sementara itu, fihak intelijen Barat memprediksi bahwa militer Pakistan akan gagal menguasai Waziristan.

Dalam keterangan militer Paksitan, melalui juru bicaranya, menyatakan 60 militan tewas, dan 6 tentara tewas, saat dimulai offensive. Sejak tahun 2004, militer Pakistan selalu gagal menguasai wilayah perbatasan yang terletak di selatan Waziristan.

Taliban mengklaim berhasil banyak menghancurkan dan menimbulkan ‘kerugian besar’ di fihak militer Pakistan. Pejuang Taliban itu juga mengklaim betrhasil memukul mundur kembali ke markasnya. Sementara itu fihak militer mengklaim, berhasil menutup akses para gerilyawan Taliban ke kota Waziristan.

“Kami tahu bagaimana berperang di dalam perang melawan Taliban dengan korban yang sedikit”, ucapnya. “Militan memiliki kemampuan bertahan yang sangat baik untuk menghadapi offensive militer”,  ucap Ehsan Mesud. Taliban mengontrol wilayah yang sangat luas 1.275 mil, termasuk wilayah Waziristan, yang sekarang ini di bawah kontrol Mehsud. (m/jp)

Siswi SMAN I Subang Tewas

SUBANG, (PRLM).- Ligar Restuning Aulia (16), seorang siswa SMAN I Subang warga Dusun Krajan I RT.02/01, Desa/Kecamatan Binong, ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka bacok, Rabu (7/10) sekitar Pukul 12.30 WIB.

Kuat dugaan, korban dibunuh oleh orang yang merasa dendam terhdapanya atau keluarganya. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Lilis (44). Saat itu , korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa tergeletak di ruang tamu.

Lilis disebut-sebut baru pulang dari Lembang, Bandung, setelah menengok orang tuanya. Saat ditinggal pergi, di rumah itu korban tinggal sendirian karena kedua kakaknya pun tinggal di Bandung untuk kuliah. Sementara bapaknya telah lama meninggal dunia.

Peristiwa pembunuhan keji itu awalnya tertutup rapi. Semua tetangga korban mengaku tidak tahu menahu jika korban telah mati terbunuh.

Mereka baru mengetahui hal itu, setelah ibu korban tiba di rumahnya dan langsung menjerit minta tolong.”Kendati mereka tinggal di kampung padat penduduk, kami semula tidak menduga ada peristiwa pembunuhan,” ujar warga setempat, Cunay.

Dikatakan, saat Lilis menjerit minta tolong, puluhan warga sekitar langsung berdatangan ke rumah tersebut. Ternyata mereka mendapatkan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka bacok pada bagian kepala dan tangan.

Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Binong dan dilanjutkan ke Kepolisian Resort (Polres) Subang. Tak lama berselang datang sejumlah petugas untuk melakukan olah TKP. Sedangkan jenazah korban dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk diautopsi.

Kepala Polres Subang Ajun Komisaris Besar Sugiyono melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Ajun Komisaris Ismanto dan Kapolsek Binong, Ajun Komisaris Agus Margono menyebutkan, korban meningal akibat pembunuhan.

Namun pihaknya belum bisa memastikan motif dari pembunuhan itu. “Ini murni pembunuhan bukan perampokan. Sebab, dari rumah korban tidak ada barang-barang yang hilang. Kuat dugaan

pelakunya merasa dendam terhadap korban,” kata Kapolres.

Hal itu, kata dia, terlihat dari banyaknya luka bacok di sekujur tubuh korban yang menggambarkan si pembunuh begitu marah dan emosi.”Tapi ini baru dugaan. Untuk memastikannya kami tengah melakukan pengusutan dengan cara melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi,” kata Kapolres.

Diharapkan, pelaku pembunuhan keji itu cepat tertangkap. Dengan demikian motif dari pembunuhan itu pun bisa terungkap. (A-106/A-26).***

Nyawa Siswi SMA Berakhir di Tangan Kekasih

Syamsu Nursyam
Samsam Saeful Malik tersangka kasus pembunuhan di Subang, Jabar.

08/10/2009 23:35 | Pembunuhan

Liputan6.com, Subang: Sebuah pembunuhan menggegerkan warga Kampung Krajan, Desa Binong, Subang, Jawa Barat. Seorang siswi sekolah menengah atas ditemukan tewas mengenaskan di kamarnya di Subang, Jawa Barat, Rabu (7/10). Saat ditemukan, sejumlah luka akibat senjata tajam ditemukan di tubuh korban bernama Ligar Lestuning Aulia itu. Saat kejadian, korban tinggal sendirian karena Lilis Rohyati, sang ibu, berada di luar kota.

Dari sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, polisi akhirnya menangkap seorang pemuda yang diduga sebagai tersangka pembunuhan. Tersangka bernama Samsam Saeful Malik, yang juga adalah kekasih korban mengaku nekat membunuh karena kesal. Korban yang sedang hamil lima bulan terus-menerus menuntut pertanggungjawaban.

Jika terbukti bersalah, tersangka akan dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

demi allah jaman teh geus edan

liat videonya beritanya disni

Ayat-Ayat Allah Swt dalam Gempa di Sumatera

Jumat, 02/10/2009 15:06 WIB

Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.

Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:

Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.

Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat.

Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.

Kedua, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.

Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt

Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.

Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).

Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).

David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri gais darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.

Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai “…pengikut-pengikutnya.”

Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab. (Ridyasmara)

Tulisan “Allah” dalam Potongan Daging

Rabu, 30/09/2009 15:27 WIB CetakKirim

Keluarga Rashadah Abdul Rani yang tinggal di Kampung Alur Gunung, Malaysia menjadi pusat perhatian penduduk sedesanya. Keluarga itu menyaksikan sebuah fenomena yang menarik berupa tulisan berlafaz “Allah” yang ditemukan dalam potongan daging yang dibeli anak lelakinya di sebuah pasar lokal.

Rashadah, ibu rumah tangga berusia 57 tahun itu menceritakan, anak perempuannya-lah yang pertama kali menemukan adanya tulisan berlafaz “Allah” dalam potongan daging itu. “Saya membagi daging itu menjadi enam potong dan merebusnya dalam air. Anak perempuan saya membantu saya ikut membantu memasak di dapur dan dia-lah yang melihat tulisan ‘Allah’ di semua potongan daging itu,” kata Rashadah para wartawan yang mengunjunginya di Kampung Alur Gunung.

Setelah menyaksikan keajaiban itu, Rashadah tidak jadi mengolah daging-daging itu yang rencananya akan dihidangkan untuk jamuan hari raya. Ia mengeringkannya dan menyimpan daging-daging tersebut yang menurutnya akan digunakan untuk obat.

Selain di Malaysia, kejadian serupa pernah dilaporkan terjadi di Nigeria tahun 2008. Seorang pelanggan restoran melihat tulisan berlafaz “Allah” dalam daging yang dihidangkan ketika ia akan menyantapnya.

Pada tahun 2006, ratusan warga Muslim di Inggris berdatangan ke sebuah toko binatang peliharaan di Liverpool untuk menyaksikan tulisan “Allah” dan “Muhammad” di tubuh dua ikan mas koki di toko tersebut. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian serupa dimana banyak orang secara tak sengaja menemukan lafaz “Allah” di tempat-tempat yang tak terduga.

Bagi Muslim, kejadian-kejadian itu merupakan tanda-tanda kebesar Allah Swt seperti Islam mengajarkan bahwa semua yang ada di jagat raya ini bergerak atas dasar kekuasaan dan perintah Allah Swt. (ln/arby)

Karena Agresi Israel, Bayi-Bayi Palestina Terancam Cacat Sejak Lahir

Selasa, 29/09/2009 14:04 WIB CetakKirimRSS

Ada bom waktu lain yang sekarang telah menggilas rakyat Palestina di Jalur Gaza sekarang ini. Delapan bulan setelah agresi Israel pada Januari 2009 silam, bayi-bayi yang lahir di Gaza sekarang terancam cacat sejak lahir.

Menurut Dr Mowaiya Hassanen, Israel yang menggunakan senjata terlarang internasional, yaitu menggunakan fosfor putih dan uranium, telah mengakibatkan serangkaian kelainan pada bayi yang baru lahir di Gaza, mulai dari cacat jantung sampai kelainan otak.

Ahli medis sebelumnya meramalkan bahwa penggunaan ilegal senjata kimia di daerah berpenduduk padat akan berefek dalam jangka waktu yang lama dan memengaruhi perkembangan fisik generasi masa depan.

Dalam serang itu, pasukan Israel menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina, termasuk lebih dari 900 warga sipil. Laporan HAM PBB menuduh Israel sengaja melanggar hukum humaniter internasional dan menggunakan kekuatan yang tidak sepadan selama “Operasi Cast Lead” terhadap rakyat Gaza pada awal tahun ini.

“Operasi Israel direncanakan dengan hati-hati dalam semua fase sebagai serangan yang tidak seimbang, dengan sengaja dirancang untuk menghukum, menghina dan meneror penduduk sipil,” Richard Goldstone , salah satu tim pencari fakta berujar. Semoga saja, bayi-bayi di Palestina tetap dilindungi dan dijadikan generasi masa depan yang tangguh dan sehat. (sa/qmh)

Saudi Bantu Israel Serang Iran

Selasa, 29/09/2009 10:59 WIB CetakKirim

Sebagai negara Muslim, Arab Saudi memang menyedihkan. Alih-alih membela sesama negara Muslim yang sedang dizalimi, Saudi malah memberikan fasilitas pada musuh-musuh Islam yang ingin menghancurkan negara-negara Islam.

Surat kabar Inggris Daily Express menurunkan laporan yang sangat memprihatinkan tentang pertemuan segitiga antara Inggris-Israel-Arab Saudi yang dilakukan secara rahasia di kota London. Dalam pertemuan itu, Kepala Badan Intelejen Inggris Sir John Scarlett, pejabat Intelejen Israel Meir Dagan dan pejabat intelejen negara Saudi membahas tentang kemungkinan pesawat-pesawat tempur Israel menggunakan wilayah udara Saudi jika negara Zionis itu jadi melakukan serangan sepihak terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran.

Menurut surat kabar itu, kemungkinan Israel melakukan serangan sendiri ke Iran meningkat secara signifikan setelah Iran mengumumkan akan meluncurkan fasilitas pengayaan uraniumnya yang kedua yang akan dibangun di kota Qom. Iran sudah memberitahukan rencana itu dalam surat resmi yang dikirim ke badan nuklir dunia, IAEA pada Selasa (21/9) pekan lalu sesuai aturan transparansi pengembangan nuklir yang ditetapkan IAEA terhadap negara-negara anggotanya.

Rencana Iran itu membuat Israel kebakaran jenggot. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu makin gencar melontarkan ancamannya untuk membombardir Iran dan menghancurkan fasilitas-fasilitas pengembangan nuklir negara Para Mullah itu.

Israel mendapat angin segar untuk menyerang Iran setelah mantan dubes AS di PBB John Bolton baru-baru ini menyatakan pada sejumlah analis intelejen bahwa “Saudi sudah setuju jika Israel menggunakan wilayah udaranya untuk kepentingan menyerang Iran.”

Bolton mengklaim sudah membahas masalah itu secara tertutup dengan para pejabat Saudi. “Tak seorang pun diantara para pejabat Saudi itu yang bakal bicara secara terbuka tentang masalah ini. Tapi yang pasti, Saudi menyetujui jika wilayah udaranya digunakan Israel asalkan Israel tidak ‘berisik’ menyebutnya sebagai sebuah kesuksesan besar,” ujar Bolton terkait kesediaan Saudi membantu Israel menyerang Iran.

Informasi bahwa Saudi sepakat menyediakan wilayah udaranya untuk mempermudah serangan Israel ke Iran sebenarnya sudah merebak sejak bulan Juli lalu. Meski Saudi menerapkan kebijakan untuk tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, seorang sumber di Israel mengatakan bahwa agen-agen Mossad (badan intelejen Israel) diam-diam menjalin “hubungan kerjasama” dengan Saudi.

Terkait dengan Iran, Saudi selama ini terlibat perang dingin dengan Iran dan Saudi berambisi untuk “menghentikan” langkah maju Iran.

Lantas, apa jadinya jika Israel benar-benar menyerang Iran? Sebuah studi yang dilakukan Center for Strategic and International Studies menyebutkan, perang ini kemungkinan akan menelan korban sebanyak 6 juta jiwa. Sebuah perang yang dikobarkan karena kebencian dan ambisi setan, haruskah mengorbankan jutaan manusia tak berdosa? (ln/prtv)